Belanja Daerah Tanah Bumbu 2027 Diproyeksikan Rp2,88 Triliun, Infrastruktur dan Layanan Publik Jadi Sorotan.

BATULICIN, BakulaNews – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memproyeksikan belanja daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp2,88 triliun. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan infrastruktur dan pelayanan publik.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan bahwa rancangan APBD 2027 menjadi instrumen penting untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mencapai target pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Arah kebijakan anggaran tersebut diselaraskan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yakni “Transformasi Infrastruktur, Ekonomi, dan Pelayanan Publik menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.”

Pernyataan itu disampaikan dalam agenda rapat paripurna DPRD Tanah Bumbu pada Senin (12/10/2026).

Tujuh Misi Menjadi Dasar Prioritas Anggaran

Dalam penyusunan kebijakan anggaran 2027, pemerintah daerah tetap berpedoman pada tujuh misi pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu 2025–2029.

Prioritas tersebut mencakup peningkatan kualitas dan akses pendidikan serta pelatihan, penguatan sarana dan pelayanan kesehatan, serta pengembangan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Pemerintah daerah juga menempatkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dengan memanfaatkan potensi industri unggulan daerah.

Di sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang berkualitas dan merata diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperlancar akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

Selain itu, pembangunan kota dan desa secara berkelanjutan, pelestarian seni dan budaya, peningkatan prestasi olahraga, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel turut menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan.

Anggaran Besar, Manfaat Nyata bagi Masyarakat Jadi Harapan

Dengan proyeksi belanja daerah sebesar Rp2,88 triliun, tantangan berikutnya adalah memastikan program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Besarnya anggaran perlu diikuti perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang tepat sasaran, serta pengawasan yang memadai agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi warga Tanah Bumbu.

Pembangunan infrastruktur, misalnya, diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat akses antardaerah, memperlancar distribusi barang, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, program di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Diselaraskan dengan Program Pembangunan Nasional

Bupati Andi Rudi Latif juga menegaskan bahwa prioritas pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu diselaraskan dengan Asta Cita, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta arah pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan.

Penyelarasan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Meski demikian, R-APBD 2027 masih merupakan rancangan anggaran. Besaran dan alokasi anggaran final perlu merujuk pada dokumen APBD yang telah melalui tahapan pembahasan dan penetapan sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat, proses pembahasan anggaran ini menjadi penting untuk dicermati karena keputusan yang diambil akan memengaruhi prioritas pembangunan dan kualitas pelayanan publik di Tanah Bumbu pada 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *