
BATULICIN, BakulaNews – Pelestarian budaya lokal di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat dorongan baru melalui Lomba Desain Motif Tenun 2026. Ajang ini melibatkan pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan motif Tenun Pagatan kepada generasi muda.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Bumbu tersebut memasuki tahap penilaian dan pengumuman pemenang pada Senin (19/10/2026).
Dalam hasil penilaian, Lyra Ayu Ningtias Aprilia dari SMAN 1 Kusan Hilir berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Andi Wahyu Riswandi Saputra, sedangkan Juara III diraih Ghina Aqifah Rahmah. Ketiganya berasal dari sekolah yang sama.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih Randi dari SMKS Al-Hidayah Batulicin sebagai Harapan I, Safira Andini Saputri dari SMKN 2 Simpang Empat sebagai Harapan II, dan Anung Luthfi Maheswara dari SMAN 1 Kusan Hulu sebagai Harapan III. Adapun Juara Favorit diberikan kepada Umi Ratifa Rumaysha dari SMPN 3 Batulicin.
Tenun Pagatan Didorong Tetap Relevan bagi Generasi Muda
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui sambutan yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andrianto Wicaksono, mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui karya kreatif.
Tenun Pagatan memiliki nilai seni dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Tanah Bumbu. Karena itu, pengembangan desain motif dinilai penting agar kerajinan tradisional tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter lokalnya.
Melalui keterlibatan pelajar, pemerintah daerah berharap muncul gagasan baru yang dapat memperkaya variasi motif tenun sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Dekranasda Ajak Pelajar Ikut Menjaga Warisan Budaya
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Ia mengapresiasi partisipasi para pelajar yang mengikuti lomba desain motif tenun. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya daerah secara lebih dekat kepada generasi penerus.
Sebelum proses penjurian, pengurus Dekranasda turut menampilkan busana berbahan Tenun Pagatan melalui peragaan busana atau fashion show. Berbagai motif diperkenalkan beserta filosofi yang terkandung di dalamnya.
Peragaan tersebut memperlihatkan bahwa kain tenun tradisional dapat dikembangkan menjadi busana yang modern dan menarik tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
Peluang Kerajinan Lokal Menembus Pasar Lebih Luas
Selain menjaga tradisi, pengembangan motif tenun juga memiliki potensi ekonomi. Desain yang inovatif dapat memperkaya pilihan produk kerajinan dan membuka peluang bagi perajin untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap pengembangan Tenun Pagatan dapat berjalan seiring dengan penguatan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan.
Jika didukung pembinaan perajin, peningkatan kualitas produk, promosi, dan pemasaran yang berkelanjutan, tenun khas daerah berpotensi menjadi produk unggulan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Lomba desain motif tenun yang berlangsung pada 7–16 September 2026 ini menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kreativitas generasi muda dengan upaya pelestarian budaya dan pengembangan industri kerajinan daerah.
Ke depan, tantangannya adalah memastikan ide-ide kreatif yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk dikembangkan menjadi desain yang dapat dimanfaatkan oleh perajin dan industri tenun lokal.
