
Jakarta, 13 Mei 2026, BakulaNews – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan akan memanggil asosiasi logistik untuk membahas tingginya biaya pengiriman antar pulau yang masih menjadi keluhan utama pelaku usaha dan eksportir.
Langkah ini diumumkan usai forum Ngobrol Produk Indonesia (NGOPI) UMKM di 86 Coffee Bakery, Jakarta Pusat, di mana sejumlah pelaku usaha menyuarakan keresahan mereka.
📢 Keluhan Pelaku Usaha
- Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GAPHRINDO), Fera Umbara, menyebut ongkos distribusi antar pulau membuat harga pokok produksi (HPP) Indonesia sulit bersaing.
- Persoalan logistik juga menjadi perhatian Asosiasi Logistik Indonesia dan Indonesian African Business Council (INAKBC).
🎙️ Respons Mendag Budi menegaskan pemerintah membuka ruang dialog dengan asosiasi logistik dan pelaku usaha untuk mencari solusi nyata.
“Makanya tadi dari asosiasi logistik akan ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Teman-teman di lapangan kan mengalami kendala teknis, nanti kita diskusi bareng-bareng,” ujarnya.
📊 Faktor Penyebab Ongkos Kirim Mahal
- Indonesia sebagai negara kepulauan → distribusi antar pulau lebih kompleks.
- Harga minyak dunia naik → ongkos transportasi melonjak.
- Krisis global → bahan baku impor makin mahal, distribusi ikut terdorong naik.
Budi mengakui bahwa biaya logistik adalah PR besar pemerintah.
“Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik,” jelasnya.
🤝 Langkah Lanjutan
- Pertemuan lanjutan akan digelar di kantor Kementerian Perdagangan karena waktu diskusi di forum NGOPI UMKM terbatas.
- Pemerintah menegaskan butuh masukan langsung dari asosiasi dan pelaku usaha agar solusi sesuai kondisi lapangan.
