Menilik Sejarah Hari Dharma Wanita Nasional: Dari Pendamping ASN hingga Pelopor Pemberdayaan Perempuan

BAKULANEWS – Setiap tanggal 5 Agustus, Indonesia memperingati Hari Dharma Wanita Nasional. Momen ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat atas perjalanan panjang wadah himpunan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pembangunan sosial bangsa.

Sejarah mencatat, Dharma Wanita resmi berdiri pada 5 Agustus 1974 atas prakarsa Ketua Dewan Pembina KORPRI kala itu, Amir Machmud. Gagasan ini juga diinisiasi oleh Ibu Tien Soeharto yang menginginkan adanya sarana pemersatu bagi para istri Pegawai Republik Indonesia, anggota ABRI yang dikaryakan, hingga pegawai BUMN.

Pada era Orde Baru, organisasi ini memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan struktur pemerintahan. Namun, gelombang reformasi di akhir 1990-an membawa angin segar perubahan.

Melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 6–7 Desember 1999, Dharma Wanita secara resmi bertransformasi menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang independen dan bebas dari intervensi politik.

Kini, Dharma Wanita berfokus pada penguatan kesejahteraan keluarga ASN, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta aksi sosial nyata bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *