
BATULICIN, BakulaNews – Sebanyak 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Tanah Bumbu kini bisa tersenyum simpul. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI baru saja menyalurkan Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp154.802.820.
Penyerahan bantuan yang diharapkan mampu mendongkrak kemandirian warga disabilitas ini dilangsungkan di Batulicin pada Rabu (9/9/2026).
Disesuaikan dengan Kebutuhan Individu
Berbeda dengan skema bantuan pada umumnya, penyaluran Bantuan ATENSI kali ini dirancang secara spesifik. Setiap penerima manfaat tidak menerima barang yang disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan hasil asesmen atau penilaian kebutuhan langsung di lapangan.
Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan derajat kesejahteraan para penyandang disabilitas di Tanah Bumbu.
Adapun rincian jenis bantuan yang disalurkan meliputi:
- Alat bantu fisik untuk mempermudah mobilitas sehari-hari.
- Peralatan rumah tangga dan perlengkapan dapur.
- Perlengkapan mandi serta alat ibadah (salat).
Dengan fasilitas yang tepat guna ini, aktivitas dan mobilitas penerima manfaat diharapkan menjadi jauh lebih mudah dan mandiri.
Komitmen Tepat Sasaran dari Pemkab
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala Dinas Sosial Liana Hamita, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak main-main dalam memastikan bantuan ini jatuh ke tangan yang tepat.
“Proses penyaluran bantuan ini murni mengacu pada pendataan berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kelurahan. Tujuannya satu, memastikan seluruh program bantuan ini 100% tepat sasaran,” tegas Liana Hamita.
Lebih lanjut, Liana menyampaikan bahwa sinergi antara Pemkab Tanah Bumbu dan Kemensos akan terus diperkuat. Pelayanan sosial yang optimal adalah prioritas utama untuk memastikan perlindungan sosial serta pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Tanah Bumbu, tanpa terkecuali.
Hadirnya program ATENSI ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi mampu memberikan dampak positif yang konkret dan berkelanjutan bagi kualitas hidup penyandang disabilitas.
