
Tanah Bumbu, BakulaNews – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar pelatihan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula SMKN 1 Simpang Empat. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas aparatur desa dan kelurahan sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat.
Pelatihan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Deny Hariyanto, mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif. Dalam sambutannya, Deny menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Aparatur desa dan kelurahan memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik dan kepekaan sosial yang tinggi, mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam mencegah kekerasan serta memberikan penanganan awal yang berperspektif korban,” ujarnya.
Pentingnya Kepekaan Sosial
Deny mengingatkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sering terjadi di lingkungan terdekat dan kerap luput dari perhatian. Oleh karena itu, diperlukan keberanian, kepedulian, serta sistem yang responsif agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi dan ditangani dengan baik.
Aparatur sebagai Agen Perubahan
Melalui pelatihan ini, aparatur desa dan kelurahan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing, menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui kebijakan serta program strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan beradab, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang maju dan makmur.
