
Tanah Bumbu, 17 Mei 2026 — Nilai tukar Rupiah kembali menghadapi tekanan berat seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY). Berdasarkan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang dirilis sebelum libur 18 Mei, Rupiah tercatat berada di level Rp17.666 per Dolar AS.
📊 Sentimen Pasar Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai tren penguatan DXY masih akan mendominasi pergerakan global. Hal ini membuat mata uang Garuda diproyeksikan sulit keluar dari tekanan dalam waktu dekat.
🌍 Faktor Pemicu Tekanan Pelemahan Rupiah tidak terlepas dari sentimen global, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah hingga sikap hawkish The Fed yang masih ditunggu pasar terkait kebijakan suku bunga.
🏛️ Intervensi Pemerintah Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas nilai tukar agar volatilitas tetap terkendali.
📈 Fundamental Domestik Meski Rupiah tertekan di pasar spot, pemerintah optimistis bahwa fundamental perekonomian Indonesia secara makro masih solid dan kuat. Keyakinan ini menjadi modal penting untuk menghadapi gejolak eksternal.
