
Teheran, Selasa (12/5/2026) – BakulaNews
Iran menolak berpartisipasi dalam putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat sebelum lima tuntutan utama mereka dipenuhi. Menurut laporan Kantor Berita Fars, syarat tersebut dianggap sebagai “jaminan minimum” untuk memulihkan kepercayaan dengan Washington.
Lima Tuntutan Iran
- Mengakhiri perang di semua front, khususnya di Lebanon.
- Pencabutan sanksi ekonomi yang menekan Iran.
- Pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
- Kompensasi atas kerusakan perang yang dialami Iran.
- Pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Iran juga menyampaikan kepada Pakistan, selaku mediator, bahwa keberlanjutan blokade laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata semakin memperburuk rasa tidak percaya terhadap Washington.
Latar Belakang Konflik
- 28 Februari 2026: Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran.
- Balasan Iran: Serangan terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk Persia, termasuk blokade Selat Hormuz.
- 8 April 2026: Gencatan senjata tercapai melalui mediasi Pakistan, namun negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
- 10 Mei 2026: Iran menolak proposal AS untuk mengakhiri perang. Presiden Donald Trump menyebut respons Iran “tidak dapat diterima.”
Posisi Iran
Menurut sumber Fars, tuntutan tersebut bukan sekadar syarat politik, melainkan langkah membangun kepercayaan agar negosiasi bisa berjalan adil. Iran menilai usulan 14 poin dari AS terlalu berat sebelah dan hanya bertujuan mengamankan kepentingan yang gagal dicapai lewat perang.
