Waspada Kejahatan Asmara Digital: Polri Asah Taji Penyidik Atasi Modus ‘Love Scamming’

JAKARTA, BakulaNews – Modus kejahatan di ruang digital terus berevolusi dan makin kompleks. Merespons ancaman tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menggembleng kapasitas internalnya, khusus dalam menangani kasus penipuan berkedok asmara atau love scamming.

Komitmen ini diwujudkan melalui Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertajuk “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” yang digelar di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kepala Bagian Kemitraan Biro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, menegaskan bahwa canggihnya teknologi membuat pelaku love scamming makin lihai mengelabuhi korban. Situasi ini menuntut kepolisian dan seluruh stakeholder untuk bertransformasi lebih cepat dari para pelaku kejahatan.

“Perkembangan digital terus melahirkan modus operandi baru. Ini menjadi kewajiban bersama, tidak hanya Polri tapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersinergi mencegah dan menangani kasus love scamming,” ujar Hadi.

Sasar Sisi Hukum hingga Psikologis Korban

Forum yang digagas oleh Divisi Humas Polri ini dirancang khusus untuk memperluas wawasan dan mempertajam insting para penyidik di lapangan. Harapannya, personel Polri bisa lebih adaptif, cepat, dan profesional saat mengusut kejahatan berbasis internet.

Tak hanya berpatokan pada pasal hukum, Polri juga merangkul berbagai pihak untuk membedah masalah ini secara menyeluruh. Diskusi tersebut menghadirkan jajaran narasumber ahli, mulai dari:

  • Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri (penanganan tindak pidana perempuan, anak, dan perdagangan orang)
  • Komnas Perempuan (perspektif perlindungan dan hak korban)
  • Psikolog Forensik (pendekatan kondisi mental dan manipulasi psikologis korban)

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman sekaligus memberikan perlindungan hukum dan pendampingan mental yang layak bagi masyarakat yang menjadi korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *